SAMSARA II



Gambar disunting http://www.allpics4u.com/www/slike/misc/Abstract_3D_Graphics/Abstract_graphics1.jpg

SAMSARA II

Saat angin membisik
berjuntai tanya mengangkasa
berpusar;mendengung;mengusik jiwa
pecinta
tidakkah terdengar di sana
angin barat datang membawa berita
tersaji di kedai-kedai musafir cinta
berlaksa hasrat tertuang
di piala cinta
cinta adalah cinta
mengalir, menjerat, merejam, membuai segala…
pun diantara bilur-bilur kalbu
darah cinta itu liar; mencumbu raga

saat pecinta tersuluk asmara
jiwa-jiwa bagai segumpal kabut
alun mengalun lautan dzikir
di atas pusara
bila masih tersisa cinta melebihi kecintaanku atasNya
kan kupanah jatuh matahari hingga tepat membakar jantung
biar ku tahu azab keabadian

___________________________________________________________________
@ lifespirit 14 feb 2008 ( revisi : 25.10.09 )

SAMSARA I



gambar diunduh http://img11.imageshack.us/i/arenaln.jpg/

SAMSARA I

ihwal rasa
tatap sejoli bersanggit samsara
layuh melayuk di batas senja
merentak, asmara
menyulam, makna

di tanah basah
jejak-jejak kaki tertinggal
bukan cahaya bulan
pun
bederang suria

saat ku laung kala
yang ku butuhkan
sajaksajak pengantar kematian

aku ; kamu
Kelak !
______________________________________________________
@ lifespirit 24 Desember 2008 (on revisi 21 Maret 2009 )

Layuh ; lumpuh/sangat lemah/tidak bersinar,sayu
Melayuk ; meliuk ke kiri dan ke kanan
(Ber)sanggit ; berselisih/bersengketa/cekcok
samsara ; sengsara ; kelahiran kembali
Merentak ; menyentak/merenggut/menarik paksa >> di puisi ini sebagai simbolik ; berharap sangat !
Melaung ; meneriakan ; memanggil

RAJA



gambar https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj95eQOGSTwK-ByKTX1UgKQAAQghT5Pbt103DP3uVVOPO5ETjUYyp1WM0YgLb5q91GmqOdjJpPLLhZTRc3p09SvkiokPmMY1zTR06vNwuqogfK12p9vFvZ5m-RHAPtQc_hUFxCU5q3wvtg/s400/lukisan+marhaen.jpg


RAJA


aku bertanya pada raja negeri para lintah
: wahai yang duduk di singgasana emas,
di mana pijakkan kaki cahyamu

“tak perlu kau tanya tentang kaki cahaya
aku ini raja
negara itu rimba
rakyat tak lebih dari desau angin,
tunduk dalam takut”

: wahai yang duduk di singgasana emas
sanca membungkam aum harimau
berebut mengintip tahta
tak! aum membelah lembah,gunung, pun hutan belantara
di penghujung kalut
retak bumi mengajak air mata berjalan di keramaian

“denganku, tak perlu bersulang kata
aku ini raja,sabdaku itu hukum dan
perangkat pemerintahan adalah skak sterku”

: wahai yang duduk di singgasana emas
sangka(kala) tiba!
kau jelmakan apa nurani

"aku ini raja, skak mat itu kuasaku
adalah nurani cerita sinterklas untuk kawula cilik"


____________________________________________________
@ Imron Tohari, lifespirit 23 Oct 2009/27 mart 2012

Rona kekasih di nyala lilin



gambar diunduh :http://id-id.facebook.com/profile/pic.php?uid=AAAAAQAQB_oWbuoN4h0veld0j2x7BgAAAA-iDZ4mnmDt0QzlNuhdBumy


Rona kekasih di nyala lilin

Aku, bukan matahari yang dipuja laksana Dewa
Kalau inginku mengurai rasa
Segala
Degup jantung itu

Ah, engkau kekasih

Nyala lilin berpendar
Diantara tatap-tatap mata
Tak hanya kecup
Tak hanya tawa
Tak juga sekedar tiup lilin
Segenap nadi
Memuja bahagia

Tidaktah kau dengar?

Dalam bebunyian surga
Airmata menitik
Detak waktu: Menyatu
Mengambil
Memendekkan
Simpulsimpul tautan hati

Oh Tuhan…
Di kening terkasih
Hangat airmata

: Bermunajat


__________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 15509r211009

PETAKA




P E T A K A

1#

Empat penjuru langit menyergap
Gunung-gunung runtuh menyukat bencana
pekik pilu menyayat rahang jiwa
Bukit bukit gemuruh menghempaskan diri
tak peduli
kau atau aku berkubur dalam air mata.

Tiga puluh empat sujudku berzikir
sebanyak baris, sebanyak titik
sebanyak sabda melepas busur petaka dari darah busuk.


2#

adatah ada kau dengar dengan telinga hati
retak tanah terbelah ribuan liter airmata, atau bahkan
jutaan liter airmata menenggelamkan kesombongan insan
bersama detak nadi, denyut tersendat
bertompang pada selang-selang ketidak berdayaan
jerit hiba bagai dentum meriam

Oh!

yaa Khalikah
yaa Khalikul alam

masihtah patut menyombongkan diri dihadapanMu?
dunia kian tua
ajal mengintip
mengajak bersetubuh!

harustah terbekap lena
sedang kerling indah kekasih duniawi, adanya fana …


3#

Kusibakan reruntuh hati yang melena dalam diam
gunung-gunung batu mencabikcabik sebidang tanah harapan
aku hanya sempat mengentaskan ketakutanku sendiri
sedang jerit berkepanjangan melepuh di urat-urat nadi
entah
kesekian ini
aku terpojok
terhimpit
tertikam belatiku sendiri
cerai burai rerotan mengikat rasa

Yaa Allah
Yaa Rabbi

ijinkan aku mencium sejenak sejengkal lelakuku yang mulai matisuri
agar saat hentakan terakhir tiba...
aku masih tersenyum


____________________________________________________________________________________
14 october 2009, Sajak bersulang : Teja “Kejora”Alhabd,Imron “lifespirit” Tohari,Ponco “Pena Api” Lou

Pada Kekasih




Pada Kekasih


SAAT roh jiwa menyatu pada penghambaan cinta, pernah kukata cinta ibarat ulat menggerogoti ranum apel, bermetamorfosis: menari-nari diantara bunga-bunga merekah di ladang-ladang cinta.
Dan penghambaan kekasih itu adanya airmata, menyulam seribu aksara tanpa kata, bercerita tentang kepedihan atau kegembiraan yang tiada terkata. Pada kesendirian, malam merenda gelap, menyairkan ilusi-ilusi cinta

Bulan o bulan, pada tubuh malam ku lumat hangat bibir kekasih, ku dapati cinta itu ibarat keterasingan, saat diri lebur di piala asmara, sifat-sifat yang dahulu tidak ku kenal, menyeruak bagaikan tetamu asing hantarkan pernak-pernik indahnya rasa, padapada cinta, ibarat luasnya jiwa, saat jiwajiwa meneguk madu asmara, tak ada beda siang dan malam, kecuali saat degup jantung laksana genderang perang, disana muaranya rasa, jika itu kau tanyakan pada api, warna saga akan melukis jantungmu

: akulah jiwa dari rohku, yang akan menghangatkan dikala musim dingin membekukan darahmu, juga akan membakar abu kala kemarau hati letikkan api cemburu.

Lalu kau biarkan airmata kerinduan itu telimpuh, mengadu pada air yang mengairi ladang-ladang nestapa

: akulah yang akan menghanyutkan kedukaan, seperti halnya aku menghanyutkan Musa kecil dari kejaran pecinta-pecinta firaun, tapi juga akan menenggelamkanmu saat kau taburkan benih-benih ketidak setiaan Zeus pada Hera.

“pada kekasih
pergantian siang;malam
yang kutahu sebatas tangkupan mata
selebihnya
tak!”



__________________________________________________________
@Imron Tohari, lifespirit 31.12.08.rev.23.5/20.10/09

Zeus ( Dewa Zeus ) ; mitos Yunani, Dewa dari segala Dewa, namun mempunyai kelemahan dalam soal wanita. Pada mitos Yunani, Zeus di gambarkan suka mengejar dewi-dewi.

Hera ( Dewi Hera ) ; mitos Yunani, merupakan saudari sekaligus istri Yeus, yang mempunyai rasa sakit hati karena merasa dikhianati cintanya oleh suaminya ( Zeus ), sehingga yang ada di pikirannya adalah rasa iri, cemburu, dan dendam pada orang-orang yang dia anggap menyainginya!

Yang



Gambar disunting http://www.modern-impressionist.com/gallery/L-Contemporary-Impressionist-M-Krackowizer-Shimmer-autumn-day.jpg

YANG…

Rasaku: hujah
kutoreh dalam bait-bait syair
biar tak bisa menopang negeri
syairku bukan pengerat
bukan pula cecurut bau pesing
mondar-mandir kencingi tetek bunda hingga bernanah

Aku
bukan sesiapa
juga bukan apa
bisa jadi aku adalah kau
kau adalah aku
ha ha
tak lebih baik dari cecurut bau pesing
yang…
berharap
bumi
bangsa

Tidak mati!


__________________________________________________________________________
@ Imron Tohari, lifespirit 18 October 2009 ( sempalan dari “ Kumpulan yang tersingkir” )