Emas Palsu Karena Ada Emas yang Asli



lukisan diunduh http://bad.eserver.org/issues/2005/72/images/signorellidetail.jpe

Emas Palsu Karena Ada Emas yang Asli

rahasia dunia tak akan habis untuk diungkap
seperti malam ke pagi tetap sisakan misteri
menjadikan fikiran mencari jawab atas tanyanya sendiri
: wahai pembuat cinta, hanya satu perkara
segala kuasa atas kehendakmu
tidakkah indah cinta tanpa engkau cipta kebencian?
tidakkah kan abadi bahagia tanpa engkau cipta kedukaan?

di semesta
kekuatan rohani menjadikan pertarungan
baik buruk tarik menarik di alam fikiran
: o, engkau yang berkata-kata cinta
tidak penuh air pada kendi retak dalam
kebencian
kedukaan
meragi tangistangis; berdesau
segala ingin segala hijab dianggap benar

masih terfikirkankah kendi yang retak?

____________________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 9 Juli 2010

kendi n tempat air bercerat (dibuat dari tanah)
hijab n 1 dinding yg membatasi sesuatu dng yg lain: 2 Isl dinding yg membatasi hati manusia dan Allah

Nyanyian Lilin



gambar diunduh http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/01/sufi_swirl.jpg

Nyanyian Lilin

Dengarkan gemeretak leleh lilin
Tak tahu kapan waktu habiskan nyalanya
Saat awal dan akhir riuh bertepuk
Lagu pedih dan suka riuh bergemuruh
Seperti itu rinai asmara memeluk
Jiwa yang bernyanyi, biar dekat
Tak seorang juga mendengar dan melihat
Di dalam hati, ramai keramaian mengeja degup
--- sunyi

Inilah sebenar-benar lagu kehidupan
Menjanjikan keabadian bertudung misteri
Dalam luka doa-doa
Mengajak … segala
Tidak hanya melihat nyala apinya
Tapi dengarkan pula gemeretak lelehnya


______________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 5 Juli 2010

Jerami


lukisan diunduh dari Google


Aku cemburu

Bagaimana bisa kau seperti itu
Tabah dalam sakitmu
Harum dalam lukamu


Sebelum garing tubuhmu ditetak
kau tompang bulir-bulir padi merunduk
dan bersama angin, meliuk
mengiringi senyum-senyum yang
asyik bercengkrama di pematang

Engkaulah sebenar-benarnya pecinta
dengan lembut berkata-kata
“Jangan bakar aku
jangan bakar aku
tak ingin asapku koyak moyak jumantara*)
dan lalu meniadakan tawa penggembala
di kala masa”


Jikalau lalu akhirnya awan memecah derai
pergantian hari membusukkan raga
jerami. Adalah darma pecinta
membuat benih jamur tumbuh dari tubuh yang luka

Wahai Sang Pembuat Cinta
yang meniupkan nafas-nafas kehidupan
Dari rahim-rahim tanah yang liat

: Tidaklah hamba seketika akan jadi jerami
kecuali pada angin hamba menitip
abjadabjad yang tersusun dari air mata
serupa mantra

“Tuhan. Dengan panasnya tungku asmara
hati ini
bila mulai mengeras tempa menjadi lembut
bila mulai beku bakar menjadi hangat
dan jadikan putih--- bila mulai karat”


Duhai, wahai, Sang Pembuat Cinta
yang duduk agung di singgasana nurani

Tidaklah hamba ingkar adanya luka
Jikalau tiba saat marah kecewa
tak sepatutnya menorehkan pedih juga
kepahitan yang kini mendera-dera
telah kujadikan tembang kasih

Tembang
Kasih



________________________________________
@ Imron Tohari, lifespirit 15 Juni 2010

*) ju•man•ta•ra kl n awang-awang; langit; udara

Hilang Kata

Tak pernah terpikirkan
Setelah pertemuan kesekian
Tiba-tiba hasratku membuncah. Akanmu
entah kemana lagi kucari huruf-
huruf puisi tuk ungkapkan perasaan padamu

Dan siang ini sebenar-benarnya aku ingin
Bertemu denganmu
Berbicara hanya mengenai dirimu
Tentang mata yang seterang bintang kejora
Senyum seindah cahaya purnama
Dan rambut yang berdesir bagaikan angin utara

Ufff.. tapi sudah berapa kali kalimat seksi seperti itu disetubuhi puisi
Entahlah, yang pasti bukan itu yang ingin kupuisikan padamu
siang ini…

“Tlah kupersiapkan bunga anyelir kesukaanmu
Di ruang yang tak tersentuh liarnya angin malam”


_____________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 27 Juni 2010

Cakra

tibatiba aku yang tenggelam di mata sedihku tertawa
dengan nafas masih detak
urat nadi belum putus
kupahami kehidupan mempunyai jalan hidupnya sendiri

biar saat itu mata dibenturkan dengan beriburibu kedukaan
yang bahkan hutan-hutan api melingkar, berkobar
dengan lidah api siap membakar setiap jengkal langkah
tak kuijinkan ketakutan memuja nasib
sebab saat kutanya
nasib itu sendiri pecah tak tahu masa depannya

dan jikalau kini aku dibekap sunyi
kan kukepakkan bulu-bulu sayap
yang aku sulam dari bulu mata kekasih
hingga langit dan malaikat terus bertasbih
memohon pada Khalikul alam
menyematkan mahkota dari untaian doa-doa sulaiman
menjadikan kecantikan balqis telimpuh
di altar Cinta

nasib adalah esok

( lifespirit 2009 )

Pekik yang Deru

Pekik yang Deru
:/ sajak bersulang Teja”Kejora”Alhabd dan Imron “lifespirit” Tohari


pada lembar sejarah,
bintang
; leluhur memberi arah berlayar
dan laut itu
rahim Ibu, di sana ikan berloncatan
: mencari ijmak

tapi lihat
kini tiada lagi ikan yang bebas berloncatan
di rahim ibu
tiada lagi titisan lembar sejarah
kecuali airmata meringkuk, melayuk
di balik awan putih
durjana meraja
bersulang mantra memuja kesesatan!

inilah selaksa kata
menyatu dalam 7 lapis langit berlapis
maka lihat
ada sesuatu yang tak seimbang
matahari tercabut dari sumbunya
laut menghempas mengalirkan nanah
kelopak bumi merengkah alirkan darah
kau akan menangis dalam hamparan
penyesalan dukalara akhir zaman

"Bacalah!
Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan.
menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah.
dan Tuhanmu Maha Pemurah.
yang mengajarkan dengan Pena.
mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya ...” *)


ooo…angin desau
membisik telinga cakrawala
pada tetesan peluh bapakku
nafsi
matahari membakar
legam kulit
menjelma Elang.

ooo…angin desau
menyusuri empat mata angin niscaya
pekik Elang
kidung para ksatria
padapada lembah, gunung, hutan
rinai
manikam serupa riam.

dan kini saat pekik Elang parau
sayap patah
tangis
hutan,lembah,gunung: bersumpah seranah
tak ada terang pada mata(hari)
jasad-jasad berserak
terkubur airmata
deras menderas sangka(kala)
pada tujuh gugus angkasa
pada tujuh quantum lapis bumi

“bibir memintal harap
sedang laku
tak berjejak di mihrab”

terkoyak
terbelah


_____________________________________________________________
@ Sulang sajak Mataram – Tangjung Pinang (via email, 30 Maret 2010 )

Kamus kecil :

*) (Qur'an 96:1-5)
manikam; intan ; permata ; benih ; mani

ri•am n aliran air yg deras di sungai (hampir spt air terjun, tetapi rendah sekali)

2ri•am n Man hubungan berantai antara berbagai kelompok dl proses produksi, yaitu kelompok yg satu menjadi masukan kelompok yg lain

mih•rab n ruang kecil di langgar atau di masjid, tempat imam berdiri waktu salat berjamaah

de•sau n tiruan bunyi daun-daunan yg tertimpa hujan lebat dsb

Puisi Pada Kulit Pohon II

1/
menanyakan arti sebuah ketulusan
seperti halnya aku menatap sosok tubuh
berdiri diantara garis-garis hujan yang merupa kabut
sedang di ujung jalan : Cahaya lampu temaram

lalu apa bedanya yang kutanyakan tadi
tentang ketulusan, khususnya dalam hal mencinta
dengan jalanan datar,turun, mendaki , lurus atau bahkan berkelok
bilabila mencari kebenaran ja
wab sahaja mataku berdiri nanar-
diam: terpaku di teras rumah

o,melukis wajahmu
sama sulitnya aku bertanya pada seulas senyum
yang kau tempelkan di sudut bibirmu
dan bercerita kicau nuri
lalu sekonyong-konyong bercerita cemara tua


2/

adalah labirin, mural jantung,kau
kekasih
: cinta itu seperti mega, bergelayut
mendung lalu
rinai

o,tidaklah selamanya mega itu putih
adakalanya mega tersaput jelaga
namun, bila tak pejam mata hati
rasakan pula lembut suria
mengalungkan bianglala
membimbing burung terbang
kembali pulang
ke sarang


3/

jika engkau,kekasihku
pemantik cinta yang mengajak semilir bayu
menyisir bulubulu indah cendrawasih
menoreh baitbait puisi pada kulit pohon
yang diamnya
tetesan getah itu adanya kidung cinta
lalu kepedihan, juga kesukaan
saling mengikat

masih perlukah bertanya tulusnya cinta
sedang di setiap perputaran jarum jam
pikiran yang agung
tidak pernah untuk tidak memikirkan kekasih

: dan adalah kunang-kunang kecil
yang menyatukan sinarnya pada malam
menuju surga.


_________________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 21 April 2010

catatan:

langut, melangut; berdasarkan KBBI.hal.876: merasa rindu (sedih, kasih, khawatir,cemas dsb);
nglangut (jawa); berhkayal atau berpikir atau memandang sesuatu dengan rasa yang sangat jauh dan nyaris tak bertepi

la•bi•rin n 1 tempat yg penuh dng jalan dan lorong yg berliku-liku dan simpang siur; 2 sesuatu yg sangat rumit dan berbelit-belit (tt susunan, aturan, dsb)